Proses pembentukan tanah mengakibatkan tanah terdiri dari atas
lapisan-lapisan (horizon). Setiap lapisan tanah mengandung zat-zat
tertentu. Secara umum, dalam ilmu tanah (pedalogi), lapisan tanah
ditandai oleh simbol huruf.
1. Lapisan O, merupakan lapisan paling atas yang didominasi oleh
bahan organik. Sebagian besar lapisan O terdiri humus atau bahan yang
terdekomposisi. Tebal lapisan ini sekitar 5 cm.
2. Lapisan A (top soil) merupakan lapisan di bawah lapisan O lapisan
ini berwarna lebih gelap daripada lapisan tanah di bawahnya. Lapisan
ini terdiri dari campuran bahan organik dan bahan mineral. Selain itu,
aktivitas biologi dan hewan maupun organisme (seperti cacing tanah,
nematoda, atau jamur) dapat ditemui di lapisan ini. Tebal lapisan ini
sekitar 10 cm.
3. Lapisan B, merupakan lapisan tanah di bagian tengah yang mudah
tercucui oleh air, terutama jika tidak ada tumbuhan d permukaannya. Hal
ini dapat terjadi karena ketiadaan akar-akar tumbuhan yang bersifat
mengikat lapisan tanah A (topsoil). Lapisan B ini miskin materi organik
serta berwarna kecoklatan atau kemerahan. Tebal lapisan ini sekitar 30
cm.
4. Lapisan C (sub soil), merupakan lapisan yang mengandung beberapa
batuan yang belum mengalami peroses pelapukan. Selain itu, lapisan ini
kaya akan unsur unsur besi, almunium, dan senyawa mineral lain yang
terikat oleh tanah liat. Tebal lapisan ini sekitar 45 cm.
5. Lapisan R (red rock), yaitu lapisan paling dasar dan merupakan
lapisan paling dasar dan merupakan lapisan batuan induk ang sangat
keras, serta sulit digali oleh tangan. COntoh batuan dasar di lapisan R
antara lain granit dan basal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar